Integrasi bangsa erat hubungannya dengan Integrasi
nasional. Berasal dari dua kata, yaitu “Integrasi” dan “Nasional”. Integrasi
berasal dari bahas inggris, Integrate artinya menyatupadukan, menggabungkan,
mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integrasi artinya pembauran
hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Kata Nasional berasal dari
bahasa Inggris, nation yang artinya bangsa. Pentingnya kesadaran terhadap
integrasi bangsa dapat dihubungkan dengan masih terdapatnya potensi konflik di
beberapa wilayah Indonesia pada masa kini. Kementerian Sosial saja memetakan
bahwa pada tahun 2014 Indonesia masih memiliki 184 daerah dengan potensi rawan
konflik sosial. Enam di antaranya diprediksi memiliki tingkat kerawanan yang
tinggi, yaitu Papua, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan
Jawa Tengah (lihat, wacana di bawah).
Enam
Daerah Rawan Konflik Sosial di Indonesia Kementerian Sosial memetakan 184
daerah di Tanah Air rawan terjadi konflik sosial karena kondisi ekonomi yang
tertinggal, enam di antaranya diprediksi paling rawan pada 2014 ini. “Sebagian
besar kondisi ekonominya tertinggal dibanding daerah lain. Namun, ada juga
daerah maju tapi interaksi sosial antarkelompok sangat kaku, sehingga mudah
meletup hanya karena masalah kecil,” kata Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang
Kehumasan dan Tatakelola Pemerintahan Sapto Waluyo di Jakarta. Sapto
mengatakan, tidak semua daerah tertinggal itu rawan konflik. Ada enam daerah
diprediksi sebagai wilayah paling rawan konflik sosial pada 2014. Daerah tersebut
yaitu, Papua, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan Jawa
Tengah.
Sepanjang 2013 di Papua terjadi 24 peristiwa konflik sosial, Jawa Barat (24), Jakarta (18), Sumatera Utara (10), Sulawesi Tengah (10) dan Jawa Tengah (10). “Di tahun politik 2014, ketegangan tentu akan meningkat. Karena itu, Kemensos melancarkan program keserasian sosial di 50 daerah rawan dan penguatan kearifan lokal di 30 daerah,” katanya. Targetnya mencegah kemungkinan terjadinya konflik atau memperkecil dampak jika konflik tetap terjadi. “Memang harus ditumbuhkan tenaga pelopor perdamaian di seluruh pelosok Indonesia, terutama dari kawula muda,” kata dia. Sumber : antaranews.com, Februari 2014.
Konflik
bahkan bukan saja dapat mengancam persatuan bangsa. Kita juga harus menyadari
betapa konflik yang terjadi dapat menimbulkan banyak korban dan kerugian.
Sejarah telah memberitahu kita bagaimana pemberontakanpemberontakan yang pernah
terjadi selama masa tahun 1948 hingga 1965 telah menewaskan banyak sekali
korban manusia. Ribuan rakyat mengungsi dan berbagai tempat pemukiman mengalami
kerusakan berat. Belum lagi kerugian yang bersifat materi dan psikis masyarakat.
Semua itu hanyalah akan melahirkan penderitaan bagi masyarakat kita sendiri.
Untuk mewujudkan cita-cita, dan
tujuan negara serta memelihara rasa kebersamaan. Beberapa faktor yang perlu
diperhatikan untuk membangun integrasi nasional:
- Adanya kemampuan dan kesadaran
bangsa dalam mengelola perbedaan SARA dan keanekaragaman budaya serta adat
istiadat.
- Adanya kemampuan untuk mereaksi
penyebaran ideologi asing
- Adanya kemampuan untuk mereaksi
dan mencegah dominasi ekonomi asing
- Mampu berperan aktif dalam
percaturan dunia di era globalisasi dalam berbagai aspeknya
- Bertekad untuk membangun sistem
budaya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945
- Menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya dengan cara melakukan pengkajian kritis dan sosialisasi terhadap identitas nasional.
sumber referensi : http://naranoet.blogspot.co.id/2016/06/kesadaran-terhadap-pentingnya-integrasi.html

0 komentar:
Posting Komentar